A homepage subtitle here And an awesome description here!

Senin, 24 September 2018

Touring Cikarang - Bali 2400km++

Perjalanan dimulai setelah sholat Idul Adha, 22 Agustus 1997. Mumpung ada libur 5 hari maka aku sempatkan untuk melakukan solo touring Cikarang-Bali yang sudah saya rencanakan sekitar satu bulan yang lalu. Persiapan kendaraan dan Perlengkapan camping sudah selesai. Perlengkapan yang aku bawa diantaranya tenda, sleeping bag, baju ganti, alat mandi, tool kit untuk motor, surat-surat penting, dan bekal secukupnya. Sebenarnya tenda hanya untuk berjaga-jaga saja ketika mengalami keadaan darurat. Tidak berniat camping, karena waktu yang mepet dan lebih banyak 'ngegembel' di teras masjid. :-D . Tidak lupa melakukan ganti oli sebelum melakukan perjalanan jauh ini.


Rute yang akan dilewati keberangkatan melalui jalur utara sampai semarang, kemudian dari Semarang disambung ke jalur tengah ke arah Nganjuk, sampai Mojokerto-Pasuruan, kemudian lewat pinggir pantai lagi sampai Banyuwangi, Pelabuhan Ketapang. Menyebrang ke pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kemudian melanjutkan perjalanan sampai Kuta dan akan finish di Pantai Pandawa di Nusa dua, Bali.


Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 9.00 Pagi. Aku sempatkan untuk mampir ke SPBU dengan mengisi bensin Full Tank. Karena ini solo touring, maka aku sempatkan menghubungi beberapa teman terdekat untuk memantau perjalanan ku dari sosial media. Aku rasa ini penting bro! Karena kita tidak kan tau apa yang akan terjadi di jalan nanti. Jadi setiap aku sampai di kota tertentu, aku akan mengabari mereka. Dari rumah terus ke arah Jl. Pantura ke arah Cikarang-Karawang-Cikampek-Pamanukan- Indramayu- sampai Cirebon di tempat pemberhentian pertama pada pukul 1.50. Disini hanya istirahat sebentar.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Tegal-Pemalang-Pekalongan. Sampai Pekalongan melihat bensin sudah tinggal 2 bar, disempatkan isi Full Tank di SPBU. Pejalanan dilanjutkan sampai Semarang pukul 7.00 malam. Sebelumnya aku sudah membuat janji dengan teman yang tinggal di Semarang. Maka aku akan menyempatkan mampir dan beristirahat malam ini di rumahnya.

Aku berangkat dari Semarang pukul 5.00 subuh. Saya berencana untuk sarapan di jalan, tapi tidak disangka ternyata disini tidak ada warung makan yang buka di pagi hari. Maka aku sempatkan untuk minggir terlebih dahulu ke Minimarket untuk membeli sepotong roti.

Kemudian perjalanku dilanjutkan ke arah Purwodadi-Ngawi-Nganjuk-Mojokerto. Dari Purwodadi sampai Nganjuk jalannya asik, masuk ke pedesaan, sesekali lewat jalan kecil yang meliuk liuk di tengah hutan. Setelah masuk Jawa timur barulah masuk pemukiman ramai.

Perjalanan ku dilanjutkan ke arah Pasuruan-Probolinggo-Situbondo. Sampai Situbondo sekitar pukul 3.00 sore, aku sempatkan untuk beristirahat di SPBU Raya yang memiliki banyak toilet dan terdapat air panas juga jika ingin mandi. Tempatnya juga nyaman dan terdapat kafe untuk bersantai sejenak. Aku hanya numpang duduk saja.

Kemudian aku sempatkan untuk isi Full tank di SPBU tersebut sebelum melanjutkan perjalanan. Motor aku gass lagi ke arah pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Menurut mas-mas di SPBU tadi, perkiraan masih 3 jam perjalanan lagi sampai pelabuhan melewati tengah hutan. Tapi aman katanya. Tapi aku tidak mau mengambil resiko terlalu malam di tengah hutan, maka aku percepat motorku agar tidak terlalu malam sampai pelabuhan.

Sampai lah aku di Pelabuhan Ketapang pukul 7.30. Karena ini pertama kalinya aku menaiki kapal Feri, agak canggung juga, tidak tau harus lewat mana. Sempat masuk ke rombongan truk dan mobil sebelum akhirnya diarahkan oleh Pak Pol yang berjaga disana.

Dari pelabuhan Ketapang sampai Gilimanuk cukup cepat, hanya 40 menit dengan tiket 25 ribu untuk kendaraan motor. Sesampainya di Gilimanuk pukul 9.00, aku pacu kembali motor ku ke arah Negara dan mencari Masjid yang bisa aku jadikan tempat beristirahat, Sepertinya masjid yang aku tempati ini memang biasa dijadikan tempat istirahat oleh orang yang lewat karena sudah disediakan tikar oleh marbot masjid. Aku pun mengeluarkan Sleeping bag untuk menghangatkan tidur.

Pukul 5.00 subuh aku lanjutkan perjalanan ke arah Denpasar, Bali. Ditengah perjalanan ketika matahari terbit, aku terkagum dan 'bangga' telah melihat pantai Bali untuk pertama kalinya. Aku sempat mengambil beberapa foto untuk dokumentasi.

Perjalanan terasa santai sampai Denpasar pukul 7.00 pagi. Tujuan pertama ku adalah Pantai Kuta. Ke arah pantai kuta jalan kecil dengan bercabang, tetapi tidak terlalu macet seperti di jakarta. Aku lantas memarkirkan kendaraan ku di depan gerbang pantai. Masuk sebentar untuk beristirahat sambil 'leyeh-leyeh' menikmati deburan ombak di pantai yang belum terlalu ramai ini. Mungkin karena masih pagi jam 8.00. Kemudian aku mencari tempat untuk makan, aku pilih makan di McD.

Setelah itu aku sempat berkeliling menggunakan motor di sekitar sana sambil mencari pernak pernik. Saat aku memasuki toko sufenir, ada Bule yang menyapa ku yang ternyata dia adalah pemilik toko tersebut. Namanya Franc Mathew. Beliau sangat tertarik karena aku riding dari Jakarta-Bali menggunakan sepeda motor. 'how long you in Bali?' 'You just arrived and you will go back to Jakarta tonight?  you are Crazy!' candanya. Ya bagaimana lagi, aku punya pekerjaan di Jakarta.

Setelah sarapan aku pacu kendaraan ku lagi ke arah Nusa Dua. Diperjalanan aku melihat sebuah patung besar yang seperti aku pernah lihat di internet. Ternyata itu patung GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang sedang ramai diperbincangkan karena pembangunannya baru selesai setelah 25 tahun! wow! Aku pacu motorku ke arah dekat patung diatas bukit, Karena motor tidak bisa masuk ke dalam kawasan tepat dibawah patung.Aku sempatkan untuk mengambil beberapa dokumentasi.

Kemudian aku lanjutkan perjalanan ke arah Pantai Pandawa, sampai pukul 12:34. Akhirnya Finish di pantai paling selatan di Bali. Disana aku sempat menyewa bangku untuk beristirahat sejenak. Tiket masuknya cukup terjangkau.

Aku keluar area pantai untuk mencari makan siang. Saat aku beristirahat di Minimarket, aku bertemu dengan Pak Alfi yang tertarik melihat 'plat B' motor ku. Ternyata beliau berasal dari Tanggerang dan sudah pindah ke Bali. Aku pun diajak oleh nya ke rumah untuk mandi dan dijamu dengan makan siang. Alhamdulillah makan siang ini bisa makan enak 'gratis'. Aku pun ngobrol panjang lebar dengannya. Beliau merekomendasikan beberapa tempat yang harus aku kunjungi di detik-detik terakhir aku di Bali. Beliau merekomendasikan Pantai Melasti. Menurutnya pantai itu masih sepi dan bersih. Sehingga sangat cocok untuk menghindari keramaian pantai yang ada di Bali.

Aku pun langsung gass ke Pantai Melasti. Aku sampai pukul 3.41. Ternyata benar, pantai disini tenang sekali, tapi sudah mulai ramai. Masuk pantai sudah ada gerbang tiket yang terjangkau harganya. Aku sempatkan untuk istirahat agak lama disana sambil menggelar mattras di bawa tebing yang menghalangi sinar matahari di sore itu.

Aku baru ingat kalau tempat terbaik untuk melihat sunset adalah pantai Kuta. Pukul 5.00 aku arahkan motorku ke arah  Pantai kuta lagi. Tapi kali ini aku melewati jalan toll diatas air atau Jl. Toll Mandara. Tapi aku tidak tau kalau gerbang toll disana sudah menggunakan e-Toll. Beruntung sekali ada Bli di belakang motorku yang berbaik hati meminjamkan kartunya. Terimakasih bli!

Sesampainya di Kuta, tepat sebelum matahari terbenam, aku bersantai sambil duduk di atas pasir putih Kuta. Ternyata banyak juga yang menikmati sunset di sini. Setelah keluar dari area pantai, ada seorang Penjaga Pantai Kuta yang tertarik dengan motorku dan bertanya aku dari mana. Beliau bernama Om Ben. Orangnya kurus berambut panjang, khas di film-film kartun yang berlatar pantai. Aku pun ngobrol ngalor ngidul agak lama sebelum akhirnya aku pergi ke pusat oleh oleh di Bali.

Pukul 9.00 aku arahkan motorku kembali ke arah Negara. Aku sempatkan untuk menginap kembali di pelataran Masjid yang berbeda dari kemarin. Keesokan paginya pukul 7.00 sampai di pelabuhan Gilimanuk. Bersiap untuk meninggalkn tanah Bali. Semoga ada kesempatan lain yang membawaku kembali ke sini.

Salam Adventure.